Rabu, 16 Januari 2013

Kisi- kisi PKN


1. Negara Hukum menurut AV DICEY dan Julius Stahl ?

Menurut Julius Stahl, Negara Hukum adalah :
  1. Perlindungan hak asasi manusia
  2. Pembagian kekuasaan
  3. Pemerintah berdasarkan undang- undang
  4. Peradilan tata usaha negara
sedangkan menurut AV Dicey, negara hukum adalah :
  1. Supremasi Hukum, artinya hukum tidak boleh ada kesewenang- wenangan atas hukum (Supremacy of law).
  2. Kedudukan yang sama dimata hukum (equal before the law)
  3. Terjaminnya hak- hak manusia oleh undang- undang dan keputusan- keputusan pengadilan ( Constitusion based on individual right)
2. Tujuan Negara Menurut S. Tasrif dan Ahmad Dimyati ?
  1. S. Tasrif : 1. Kapastian Hukum (tertib/order), 2. Kegunaan (kemanfaatan/utility), 3. Keadilan (Justice)
  2. Ahmad Dimyati : 1. Pencapaian Keadilan, 2. Kepastian Hukum, 3. Kegunaan (kemanfaatan).
Kesimpulan : 
  • Pencapaian keadilan, sesuai dengan asas Ius quia iustum ( Hukum adalah keadilan, dan Quid ius sine Justitia ( apalah arti hukum tanpa keadilan).
  • Hukum adalah untuk mengatur hubungan, baik warga masyarakat maupun negara, The law is a tool to "social control" and " social engineering".
  • Hukum dilaksanakan untuk mencapai kepastian.
3. Hubungan Negara Hukum Dengan Demokrasi?

Hubungan Negara hukum dengan Demokrasi seperti dua sisi mata uang. Konsep negara hukum materialnya mensyaratkan adanya demokrasi, begitupula demokrasi mensayaratkan adanya wadah negara hukum dalam pelaksanaannya.
Negara Indonesia yang dalam konstitusinya (pasal 1 ayat (3)) secara nyata menyatakan diri sebagai negara hukum, dalam pasal lainnya (pasal 1 ayat (2)) dinyatakan kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD.

4. Pemahaman tentang wawasan nusantara?

Cara pandang suatu bangsa yang telah bernegara tentang diri dan lingkungannya dalam existensinya yang serba terhubung dan dalam pembangunannya dilingkungan nasional, regional, serta global.

5. 5 Definisi kekuasaan?
  1. Napoleaon Bonaparte : Kekuatan Politik ( logistik dan ekonomi), Kekuatan HANKAM (kondisi sosbud, iptek)
  2. Clausewits  : Perang adalah kelanjutan politik, Berperang adalah sah unutk mencapai tujuan nasional
  3. Feuerbach & Hegel  : Paham matrialisme, kapitalisme, komunisme, memicu kolonialisme.
  4. Lenin  : Revolusi diseluruh dunia adalah sah dalam rangkan mengkomunikasikan seluruh bangsa di dunia.
  5. Lucian W Sidney : Kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem politik tersebut berakar pada budaya politik bangsa yang bersangkutan.

Senin, 14 Januari 2013

KEBUDAYAAN NASIONAL KEBUDAYAAN

Secara garis besar ada tiga macam kebudayaan dalam masyarakat Indonesia, yaitu :

  1. Kebudayaan Nasional Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
  2. Kebudayaan suku- suku bangsa.
  3. Kebudayaan umum lokal sebagai suatu wadah yang mengakomodasi lestarinya perbedaan- perbedaan identitas suku bangsa serta masyarakat- masyarakat yang saling berbeda kebudayaannya yang hidup dalam suatu wilayah
Komitmen Konstitusional terhadap kebudayaan Indonesia adalah UUD 1945 Pasal 32  " Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak- puncak kebudayaan di daerah- daerah seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan- bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia."

KEMAJEMUKAN MASYARAKAT INDONESIA

A. PENGERTIAN MASYARAKAT MAJEMUK

Menurut Furnivall masyarakat majemuk yaitu suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri- sendiri tanpa ada pembauran sama sekali di dalam suatu kesatuan politik. Sedangkan menurut Cliffort Geertz masyarakat majemuk yaitu masyarakat yang terbagi ke dalam sub- sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri- sendiri, dimana masing- masing sub sistem terikat ke dalam ikatan- ikatan yang bersifat primordial.

B. KARAKTERISTIK MASYARAKAT MAJEMUK

Didalam masyarakat majemuk sistem nilai yang dianut oleh  kesatuan berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian- bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakatnya :

  1. Kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat keseluruhan.
  2. Kurang memiliki homogenitas kebudayaan
  3. Kurang memiliki dasar untuk saling memahami satu sama lain
Menurut Pierre L. Van den Berghe, sifat- sifat dasar dari suatu masyarakat majemuk, yaitu :
  1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok- kelompok yang seringkali memiliki sub kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi- bagi ke dalam lembaga- lembaga yang bersifat non komplementer.
  3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggotanya terhadap nilai- nilai yang bersifat dasar.
  4. Secara relatif seringkali mengalami konflik- konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain.
  5. Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lainnya.
C. FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT INDONESIA MAJEMUK

  1. Keadaan geografis yang membagi Indonesia atas kurang lebih 3000 pulau
  2. Letak Indonesia diantara dua samudera besar, yaitu Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik menyebabkan terciptanya pluralitas agama.
  3. Faktor iklim yang berbeda- beda dan struktur tanah yang tidak sama diantara berbagai daerah di Indonesia menyebabkan terciptanya pluralitas regional.

KELOMPOK ETNIS INDONESIA

A. PENGERTIAN KELOMPOK ETNIS

Kelompok etnis adalah kelompok yang diakui oleh masyarakat dan oleh kelompok etnis sebagai suatu kelompok tersendiri, namun ciri pengenalannya dapat berupa bahasa, agama, wilayah kediaman dan kebangsaan. Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa diartikan sebagai kesatuan- kesatuan manusia atau kolektifitas yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran itu sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.

B. KARAKTERISTIK KELOMPOK ETNIS

Antropolog Amerika R. Naroll menyusun prinsip untuk menentukan batas- batas dari masyarakat, bagian suku bangsa yang menjadi pokok dan lokasi nyata dari deskripsi etnografi mereka, yaitu :
  1. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh desa atau lebih.
  2. Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk yang mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa.
  3. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politikal administrasi.
  4. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri.
  5. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografis yang merupakan kesatuan daerah secara fisik.
  6. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi.
  7. Kesatuan masyarakat dengan pendudukan yang mengalami suatu pengalaman sejarah yang sama.
  8. Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satu dengan yang lain merta tinggi.
  9. Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam.
C. KLASIFIKASI KELOMPOK ETNIS

Menurut Van Vollenhown kelompok etnis diwilayah Indonesia dibagi menjadi ke dalam 19 daerah, yaitu :
  1. Aceh
  2. Gayo- Alas Batak
  3. Nias dan Batu
  4. Minangkabau
  5. Mentawai
  6. Sumatera Selatan
  7. Enggano
  8. Melayu
  9. Bangka dan Biliton
  10. Kalimantan
  11. Sangir- Talaud
  12. Gorontalo
  13. Toraja
  14. Sulawesi Selatan
  15. Ternate
  16. Ambon Maluku
  17. Kepulauan Barat Daya
  18. Irian
  19. Timor
  20. Bali dan Lombok
  21. Jawa Tengah dan Jawa Timur
  22. Surakarta dan Yogyakarta
  23. Jawa Barat
 

STRUKTUR SOSIAL BUDAYA INDONESIA

A. PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL BUDAYA

Struktur sosial budaya dimaksudkan sebagai jalinan unsur- unsur sosial budaya yang pokok dalam masyarakat. Ia merupakan cara bertingkah laku yang menandai adanya kelompok sosial. Struktur sosial melekat kedalam institusi sosial yang dibentuk secara historis. Dasar hubungan dalam struktur sosial adalah hubungan antar manusia berdasarkan status dan peranan yang saling berkaitan sehingga hubungan itu menjadi terpolakan.

B. STRUKTUR VERTIKAL DAN HORIZONTAL
  1. Struktur Vertikal, secara vertikal struktur masyarakat Indonesia ditandai adanya perbedaan antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
  2. Struktur Horizontal, secara horizontal masyarakat Indonesia ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan- kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, dan kedaerahan. Perbedaan ini merupakan ciri masyrakat Indonesia yang majemuk.
C. PERGESERAN STRUKTUR SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA

Perubahan sosial disebabkan oleh faktor fisis geografis, faktor biologis, faktor teknologis, dan faktor kultural.
Perubahan sosial di Indonesia, sesudah PD II bersifat radikal dalam kehidupan politik, ekonomi, struktur sosial, dan struktur nilai. Unsur kebudayaan dari luar masuk ke Indonesia menimbulkan proses akulturasi, asimilasi dalam kehidupan masyarakat. Susunan masyarakat juga mengalami perubahan.

Struktur sosial budaya masyarakat Indonesia kemudian mengalami perubahan setelah merdeka. Pada masa kemerdekaan ini dikenal struktur baru yaitu masa dan pemimpin, walaupun terdapat juga lapisan- lapisan sosial dengan bermacam- macam status dan peranannya.


Senin, 12 November 2012

FOTOGRAFI


  • PENGERTIAN DAN PROSES FOTOGRAFI



asal kata Photography (Inggris), yaitu:  Photos: Sinar  Graphos: Mencatat/Melukis


  • Jenis kamera foto
1. View finder
Jendela bidik dan lensa terpisah
Lensa kamera tidak bisa dilepas
Terjadi Paralax: Perbedaan apa yang dilihat  oleh mata melalui jendela bidik dengan yang ditangkap oleh lensa.

2. Single Lens Reflex
Bisa menggunakan berbagai jenis lensa sama baiknya
Sangat baik untuk foto candid
Tidak terjadi paralax
Kompleks dalam penggunaannya
Menimbulkan bunyi “klik”

3. Twin Lens Reflex
Jendela bidik dan lensa terpisah
Letak lensa berada di bawah jendela bidik
Terjadi paralax
Mempunyai angle unik karena jendela 
bidik terletak di atas
Gambar diterima terbalik di jendela bidik
Umumnya Lensa tidak bisa dilepas/diganti

4.View Camera
Bayangan pada jendela bidik merupakan proyeksi langsung
Jendela bidik besar sehuingga memudahkan untuk memfokuskan gambar
Film yang digunakan ukurannya lebih besar.
Diperlukan tripod untuk menyangganya

  • LENSA
1. Fish - eye (lensa mata ikan)

Ukuran 6 mm, 8 mm,16 mm
Memiliki sudut pandang 180° atau lebih
Gambar yang dihasilkan berbentuk bulat

2. Wide angle (lensa sudut lebar)

Memiliki jarak fokus 28 mm,35 mm 
Terjadi distorsi
Mempunyai DOF yang sangat luas

3. Normal
Ukuran 50 mm, 55 mm
Sesuai dengan pandangan mata
Bersudut pandang 45°

4. T e l e
Ukuran 85 mm, 105 mm, 135 mm, 180 mm, 200 mm, 300 mm, 400 mm, 600 mm, 1200 mm…
Mampu mendekatkan pandangan (memotret dari jarak jauh)
Menimbulkan distorsi prespektif
Mengurangi sudut pandang dan ruang tajam pendek
Beratnya lensa sehingga diperlukan penyangga

5. Zoom Lens  atau Vario Lens 
Ukuran 35 mm - 70 mm, 35 mm - 105 mm, 75 mm – 300 mm, 28 mm -135 mm, dst
mampu mencapai jarak focus yang berubah-ubah sehingga dijuluki variabel fokus atau disingkat lensa Vario. 
Bisa untuk pemotreatan zoom-in atau zoom in. 

6. Lensa Makro

Lensa ini diperlukan untuk pemotretan jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi prespektif.

  • DIAFRAGMA
Suatu mekanisme dalam kamera (lensa yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera

  • SHUTTER/ RANA
Tirai yang bergerak turun naik di dalam kamera dan berfungsi untuk mengatur berapa lama film hendak disinari. 
Kecepatan rana  diukur dengan Shutter Speed (skala kecepatan rana) berupa angka-angka pecahan per detik
Skala Kecepatan Rana terdiri dari : B,1,2,4,8,15,30,60,125,250,500,1000,2000.

  •  JENIS RANA 
1. Focal Plane Shutter/Rana celah ada dua yaitu: rana celah vertical dan horizontal. 
2.Compur/ Central shutter/ rana pusat adalah rana yang terletak pada lensa letaknya berdampingan dengan diafragma dan menutupnya dengan cara memusat.

  • RANGE FINDER / PENEMU RANA
1. Splite Image ( Gambar Belah), Objek terlihat menyatu
2. Micro Prism (Prisma Mikro),Objek kelihatan jernih/bening
3. Ground Glass (Kaca Buram), Objek harus kelihatan bersih/jernih/bening
4. Kombinasi, Gabungan antara Split Image dan Micro Prism atau dengan Ground Glass

  • LIGHTING 
Proses eksposure : pencahayaan yang terjadi didalam  kamera 
Lighting : pencahayaan yang terjadi diluar kamera 

Dalam fotografi dikenal dua macam pencahayaan, yaitu:

1. Natural Light ( pencahayaan alami), Cahaya yang berasal dari Matahari, cahaya bulan dan bintang.
Beberapa jenis cahaya yang dihasilkan oleh matahari :
  • Direct Light
  • Diffused Light
  • Window Light
  • Reflected Light
2. Artificial Light (pencahayaan buatan) 
Semua cahaya yang berasal dari buatan manusia seperti cahaya lilin, api, lampu penerangandan sebagainya. 
sumber cahaya : Lampu pijar yang menggunakan kawat logam Tungsten yang mendapat aliran listrik bertahanan tinggi, hingga menyala sebagai sumber cahaya. Lampu Halogen yang terdiri dari gas yang menyala karena diberi tegangan listrik, Jenis Lighting : 
  • Spot Light : mengumpulkan sinar
  • Scope Light : menyebarkan sinar
  • Skyfan : meratakan sinar
  • Halogen : meratakan sinar
  • Gun Light : untuk menciptakan efek khusus
Macam-macam Pencahayaan :

Mainlight
Merupakan sumber  cahaya utama yang berfungsi membentuk struktur dan menegaskan karakteristik dari subjek. Biasanya diletakan  sekitar 45º dari subjek. Kekuatan cahayanya digunakan sebagai ukuran bukaan diafragma pada kamera.

Fill in light
Disebut juga sebagai cahaya pengisi, yaitu cahaya yang berfungsi membantu mainlight mengurangi bayangan yang mengganggu atau mengisi daerah-daerah yang memiliki shadows (ambience light). Kekuatan fill in light ini dipasang 2 stop di bawah bukaan diafragma yang dipakai pada mainlight.

Backlight
Untuk mendapatkan back light, posisi sumber cahaya tepat 180º di belakang model. Kekuatan back light dapat dipasang sampai tiga atau empat stop dari bukaan diafragma tergantung pada efek yang diinginkan.

Background light
Untuk memberikan kesan bahwa subjek tidak melekat pada background. Intensitas cahayanya dapat diatur sesuai dengan keinginan apakah terang, gelap sama sekali, atau gradasi.

Hairlight
Selain untuk mempertegas dan memperindah bagian rambut dari model, hairlight juga digunakan  untuk memisahkan model dari background sehingga dapat membentuk suatu dimensi dalam sebuah foto.

  • JENIS FILM
Film Hitam Putih (BW)
Keunggulan penampilan pada film hitam putih adalah kemampuan untuk menonjolkan karakter serta keserasian atau kesatuan bentuk sehingga ekspresi dan skala  (perbandinagn elemen dan pembagian ruang) harus diperhatikan dengan cermat di samping keseimbangan nada.
Film ini biasanya digunakan untuk keperluan jurnalistik, penerbitan, dekorasi atau seni (fine art).

Film Negatif Warna
Film ini diproses menggunakan C-41.

Film Transparansi (Slide Warna)
Film slide disebut juga film warna reversal atau positif atau transparansi warna. Film ini memberikan hasil reproduksi yang optimal dengan warna-warna cemerlang dan mempunyai keunggulan merekam gambar secara baik.  Film ini diproses dengan E-6. Kelebihan dari film ini adalah kualitas gambar, tekstur dan warnanya sesuai dengan warna aslinya.
Film ini dapat dinikmati dengan cara melihatnya melalui kaca pembesar melalui light box,  memproyeksikan gambar ke layar yang besar atau mencetaknya melalui proses slide-to-print yang indah.

  • ISO / ASA 
ISO  : International Standard Organization 
ASA : American Standard Association

Fungsi ISO pada kamera adalah sebagai standard yang digunakan untuk mengindikasikan besar kepekaan film terhadap cahaya. Semakin kecil angka ISO,semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya.

  • BAHASA GERAK
Blurring 
kebalikan panning dimana objek yang ditampilkan   diburamkan  dengan   latar belakang jelas. Kamera diam, ss rendah.


Multiple  Exposure
memperlihatkan kontinuitas beberapa  gerakan  dari   individu dengan  memotret  berulang-ulang gerakan     tersebut pada   satu periode yang sama, hasilnya ada     bagian-bagian  tertentu    dari objek   yang   bergerak   saling bertumpuk  dan   gerakan   yang berbeda itu  terlihat rapih.

Multiple Printing
prinsip  geraknya  sama denganmultiple exposure hanya   tekniknya saja berbeda. Tekniknya beberapa negatif  yang memperlihatkan  gerakan  dicetak bersama-sama  dalam kertas yang sama untuk memperlihatkan  kesa tuan gerak.

Exposure Time
objek tidak terlihat di gambar, yang terlihat  hanya  cahaya yang   mewakili speed tinggi.

Panning
        memperlihatkan suatu gerakan dari objek   pada  kesempatan tertentu dimana  hasil fotonya  mempunyai   objek   yang   tegas  dengan latar  belakang yang buram. Tekniknya kamera bergerak  mengikuti  objek dengan   menggunakan  ss yang rendah.

Freezing 
        pemotretan dengan membekukan gambat objek yang sedang bergerak Tekniknya adalah menggunakan ss tinggi lebih tinggi dari kecepatan objek.

Zooming
          memperlihatkan suatu gerakan dimana objek dan  latar  belakang dibuat  buram  seperti dipecah 
 
  • JENIS- JENIS FOTO
Night Photography (Foto Malam)
Kegiatan pemotretan yang dilakukan pada malam hari. Pemotretan ini memerlukan teknis dan peralatan yang khusus, antara lain : tripod (penyangga kamera berkaki tiga), cable release dsb.
Pemotretan ini umumnya menggunakan shutter speed B (bulb). Makin tinggi f/n nya maka semakin lama hitungan menit dalam membuka lubang cahanyanya.

Still life ( Pemotretan benda mati)
Pemotretan dimana yang menjadi objeknya adalah benda-benda mati yang diatur sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Yang paling utama dalam foto jenis ini adalah ide/gagasan sehingga diperlukan insting dengan bahasa non-visible.

Photo Landscape
Foto pemandangan atau alam dan lingkungan sekitar. Paling utama dalam pemotretan ini adalah faktor cuaca.

Children Photography
  Pemotretan dengan objek anak-anak. Pemotretan ini memerlukan kesabaran dari seorang pemotret karena biasanya subjeknya kadang-kadang susah diatur. Paling mudah adalah dengan membiarkan anak mengekspresikan kebebasannya dengan sebebas-bebasnya, dan kita tidak usah mengatur gaya si anak.
Figure Photography
Menampilkan kekhasan manusia sebagai subjek yang berhubungan dengan pekerjaannya sehari-hari. Diperlukan kepekaan tinggi dalam memahami  sebuah relaitas.

Makro Photography
Pemotretan yang dilakukan pada jarak yang sangat dekat. Diperlukan perealatan  lensa khusus atau penggunaan filter close-up +3.

Architecture Photography
Foto yang menonjolkan bentuk-bentuk secara detil dari suatu bangunan. Seorang pemotret dituntut cermat dan jeli dalam mengambil sudut pengambilan gambarnya (angle)

Human Interest
Foto yang lebih menonjolkan unsure manusiawi dari kenyataan  sehari-hari, seperti: pengemis, orang gila, pedagang kaki lima, dsb.

  • HUMAN INTEREST
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemotretan human interest:

Faktor keberuntungan
Subjek yang kita jumpai adalah secara kebetulan atau tanpa sengaja.

Faktor teknik memotret
Dengan menguasai teknik fotografi yang baik, maka kita selalu siap apabila mendapatkan moment yang baik dan tidak terduga.

Faktor Lokasi
Lokasi yang baik dalam pemotretan ini adalah keramaian, seperti pasar.

Faktor Komunikasi
Tidak sedikit pemotret harus beradu mulut dengan seseorang yang menjadi subjek dalam pemotretan ini, karena subjek tidak terima dijadikan objek pemotretan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik.

Faktor Waktu
Pemotretan ini tidak bisa dilakukan terburu-buru, karena diperlukan ketenangan, kesabaran dan ketepatan dalam memotret.

  • SUDUT PANDANG
Birds Eye View (pandangan burung)
Memotret dari atas ke bawah atau tempat yang lebih tinggi dari tempat dimana objek berada baik posisi tegak lurus atau serong. Contoh: memotret anak yang sedang duduk dengan posisi pemotret berdiri.

Frog Eye View (pandangan katak)
Memotret dari dekat tanah atau posisi tiarap atau dari tempat rendah ke posisi yang lebih tinggi.

Eye Level Viewing (setinggi mata mendatar)
Kamera dibidik setinggi mata, sambil berdiri, hal yang paling lazim dilakukan.

Waist Level Viewing (setinggi pinggang)
Dilakukan pada pemotretan dengan kamera Twin Lens Reflex dengan bidikan dari atas.

High Handle Position (posisi tangan tinggi)
Kamera dipegang tinggi oleh tangan, tanpa dapat membidik dengan pasti supaya dapat melampaui barisan di depan pemotret.

  • POSISI BADAN
Sikap berdiri
Untuk mencapai kestabilan dalam berdiri, maka satu kaki ditempatkan agak ke depan dan tubuh bagian atas menghadap ke arah objek. Semua otot-otot harus rileks.

Sikap jongkok
Dimana ketinggian setengah orang diperlukan, maka kita harus jongkok. Jika jongkok, maka siku kiri bersandar pada lutut, dan lutut kanan bersandar di atas tanah. Seluruh badan dalam posisi stabil dan semua otot rileks sehingga bidikan dapat dilakukan setenang mungkin tanpa menjadi kaku.

Sikap Tiarap
Sikap ini dilakukan sama seperti tiarap untuk menembak. Siku bersandar di atas tanah, agak maju agak ke kanan hingga kedua tangan dapat mencapai keseimbangan , Sikap ini juga membutuhkan kestabilan dan kerilekan.

Sikap Berbaring
Berbaring dengan muka menengadah ke langit adalah yang paling rileks, karena semua otot punggung bersandar di atas tanah. Kedua tangan sama seperti posisi berdiri, Bidikan bisa ke atas, miring ke kiri maupun ke kanan.

Sikap Bersandar
Untuk mencapai “slow shutter speed”, maka kita harus bersanndar, menyandarkan kamera di atas kursi, meja, bangku, atau menyandarkan badan di atas kursi, tembok dan sebagainya. Than napas, setelah tarik napas, tekan tombol pelepas pelan-pelan.

  • LANGKAH- LANGKAH MEMOTRET
Hal-hal apa yang harus dilakukan? Setelah film dimasukkan dan diperiksa bahwa film benar-benar memutar, maka ASA diseuaikan dengan ASA film yang digunakan.

Langkah-langkah selanjutnya adalah:
Memilih Objek
Objek apakah yang akan kita pilih? Apakah  orang (portrait), benda-benda mati (still life) atau pemandangan (landscape).

Komposisi
Dekati objek dan tempatkan objek tersebut dalam bidikan hingga tidak ada ruangan yang tersisa, yang tidak dipakai untuk membuat gambar.
Latar Belakang
Yang perlu dihindari ialah tembok putih yang silau, langit putih, dan sinar matahari yang keras yang menyorot langsung ke lensa. Semua hal-hal yang menyilaukan mata dapat menimbulkan cacad dan kabut pada gambar.

Focusing
Focusing dapat dilakukan dengan range finder, yaitu sistem untuk menemukan jarak antara lensa dengan film, sehingga gambar yang benar-benar tajam. Ini disebabkan oleh pembelokan sinar oleh lensa. Gambar hanya tajam, jika semua sinar dibelokkan ke suatu titik di atas film.

Menekan Tombol Pelepas
Setelah selesai dengan pengaturan jarak, maka tinggal menunggu saat yang paling penting untuk menjepret tombol pelepas.

  • PROSES PENCUCIAN HITAM PUTIH
Peralatan:

1. Tangki Pengembang
2. Gunting 
3. Penjepit
4. Gelas Ukur
5. Saringan
6. Termometer 
7. Alat Pengering Film 
8. Timer 
9. Kamar Gelap
10. Changing Bag
11. Bak Plastik

Bahan kimia :

1. Developer (obat pengembang)
2. Stop Bath (larutan penghenti)
3. Fixer (larutan penetap)
4. Wetting  Agent untuk  melarutkan  tetes air yang  menempel pada film.

Langkah-langkah pencucian:

1. Developing           ---> 10 menit. 
2. Stop Bath/air        --->   2 menit. 
3. Fixing                   --->   5 menit. 
5. Washing               ---> 15 menit. 
6. Drying. 
7. Filming.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses cuci film:

1. Emulsi, filmnya kadaluarsa
2. Exposing
3. Waktu pengembangan
4. Temperatur 
5. Agitasi, jangan terlalu lama atau sebentar 
6. Aktivitas developer, baru atau terlalu sering dipakai 
 
  • PROSES CETAK FOTO HITAM PUTIH
Peralatan:

1. Enlarger            
2. Bak Pengembang   
3. Gelas Ukur          
4. Termometer          
5. Safe Light          
6. Timer 
7. Penjepit

Bahan kimia yang dibutuhkan: 

1. Developer (obat pengembang) 
2. Stop Bath (larutan penghenti) 
3. Fixer (larutan penetap)

Langkah-langkah pencetakan:

1. Menyiapkan  kamar  gelap, peralatan  cetak  dan  bahan kimia, dan menyalakan safe light.
2. Matikan lampu kamar gelap.
3. Memasang film.
4. Memasang filter.
5. Meletakkan kertas foto, bagian yang mengkilat posisinya di atas.
6. Mengatur focusing
7. Melepas filter pada enlarger.
8. Proses  pencahayaan  (lamanya tergantung pada film  dan bukaan diafragma lensa pada enlarger).
9. Kertas   yang  telah disinari dimasukkan  pada  cairan developer  sampai timbul gambar + 30 sampai 60 detik.
10. Kertas foto masukkan pada stop bath (air) + 30 detik.
11. Kertas foto pindahkan ke dalam larutan fixer + 5 menit.
12. Menyalakan lampu kamar gelap.
13. Memindahkan kertas foto ke bak air mengalir + 10 menit.
14. Mengeringkan kertas foto.





Minggu, 11 November 2012

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)


Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Unsur- unsur Kepemimpinan

  • Adanya Pemimpin
  • Adanya yang dipimpin
  • Ada wadah atau organisasi
  • Dasar Hukum (aturan main)
  • Tujuan
Tipe- tipe Kepemimpinan
  • Otoriter adalah tipe kepemimpinan yang berdasarkan kehendak sendiri
  • Demokrasi adalah tipe kepemimpinan yang berdasarkan pendapat pihak lain untuk membuat suatu kebijakan
  • Leizes tene adalah tipe kepimpinan yang membebaskan masyarakatnya untuk berkreasi

Kelebihan dan Kelemahan Tipe- tipe kepemimpinan diatas :
  • Otoriter Kelebihannya adalah Proses sebuah kebijakan menjadi cepat dan biaya yang murah, sedangkan kelemahannya adalah apabila wawasan seorang pemimpin tidak luas maka akan menghasilkan keputusan yang tak bernilai, kepribadian seorang pemimpin yang kurang bagus akan merugikan banyak orang dalam sebuah keputusan.
  • Demokrasi Kelebihannya adalah Mengikat kepada semua orang atas kebijakannya sehingga keputusan yang dibuat membuat orang lebih merasa memilki dan lebih bertanggung jawab atas kebijakan tersebut, kelemahannya biaya yanng cukup mahal dan keputusan yang lama karena melalui beberapa proses dan keterlibatan banyak pihak untuk memutuskan suatu kebijakan.
  • Leizes tene Kelebihannya adalah apabila masyarakat disiplin maka akan akan menguntungkan segala pihak karena banyak inovasi, kelemahannya adalah apabila masyarakatnya tidak disiplin maka akan terjadi kekacauan diwilayah tersebut. 


Karakter Pemimpin :


  1. Integritas 
  • Loyalitas : seorang pemimpin harus memliki kesetian atas apa yang dipimpinnya
  • Komitmen : seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang jelas terhadap apa yang dipimpinnya.
  • Tanggung Jawab : seorang Pemimpin harus memiliki rasa tanggung jawab yang lebih terhadap apa yang dipimpinnya
  • Disiplin
  • Jujur
  • Kerja Keras
    2. Visioner 
    3. Wawasan yang luas
    4. Kemampuan Manajerial
    5. Motivator
    6. Problem Solving
    7. Pembimbing (QS. Al- Bayyinah 2-3)
    8. Berani membuat keputusan (Perang Badar & Uhud)
    9. Kemampuan berkomunikasi & Bersosialisasi
   10. Memiliki stabilitas emosi
   11. Uswatu Hasanah.